IJTIHÂD PERSPEKTIF MUHAMMAD IBN 'ABD AL-WAHHAB

Penulis

  • Basry Ashari

DOI:

https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v2i2.2620

Kata Kunci:

evolusi syarî'ah, HAM Universal, naskh, syarî'ah historis, dan syarî'ah moderen.

Abstrak

Perjumpaan antara dunia Muslim dan peradaban sejak abad ke-19 M membawa implikasi berupa ketersisihan hukum Islâm (syarî'ah) dari posisi sentralnya. Ketika dunia Muslim secara politis terlepas dari hegemoni Barat, persoalan yang muncul adalah bagaimana menformulasikan syarî'ah  agar kompatibel dengan standar HAM universal. Dalam konteks inilah, An-Na'im menawarkan gagasan evolusi syarî'ah,  sebuah upaya untuk merekonsiliasi ketegangan antara syarî'ah dan HAM universal. Dalam proyek ini, An-Na'im mula-mula membedakan secara kategoris antara syarî'ah historis (Madânîyah) dan syarî'ah moderen(Makkîyah).  Menurutnya, syarî'ah historis sudah tidak relevan lagi untuk menjawab berbagai persoalan kontemporer. Karenanya, melalui teori naskh, ia harus ditangguhkan pemberlakuannya dan diganti dengan syarî'ah moderen yang dinilai dapat memenuhi kebutuhan kontemporer sesuai dengan standar HAM universal.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2007-09-28

Terbitan

Bagian

Articles